Selasa, 26 November 2019

Penyakit Paru-Paru akibat Vape (Rokok Elektrik)

Sebuah penelitian penting terkait rokok elektrik (vape) dirilis di Amerika Serikat (AS). Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) terhadap 29 pasien penderita penyakit paru-paru akibat vaping ditemukan semuanya mengandung Vitamin E asetat.

"Vitamin E asetat diduga penyebab terkuat dari (penyakit paru-paru)," kata Wakil Direktur Utama CDC Anne Schuchat seperti dilansir Reuters, Minggu (10/11/2019).

Hasil penelitian itu menjadi sebuah tonggak penting di saat terus bertambahnya pasien penderita penyakit paru-paru akibat vaping. Sampai dengan Jumat (8/11/2019), jumlah korban sudah mencapai sekitar 2.000 orang.

Sebelumnya pada Kamis, CDC melaporkan ada 2.051 kasus penderita penyakit paru-paru yang sudah dikonfirmasi di AS. Sebanyak 39 kematian di antaranya terkait dengan penggunaan rokok elektrik atau produk vaping.

Hampir 85% pasien penderita penyakit paru-paru melaporkan menggunakan produk yang mengandung THC. Akibat hal ini, pejabat kesehatan masyarakat setempat mengimbau agar orang-orang menghindari penggunaan rokok elektrik yang mengandung THC atau produk apa pun yang berasal dari sumber-sumber terlarang.


Apa yang terkandung dalam rokok elektrik (vape)?

Dalam cairan rokok elektrik mengandung propilen glikol atau gliserin, nikotin, dan penambah rasa.

  • Propilen glikol atau gliserin berfungsi untuk memproduksi uap air. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup propilen glikol dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan pada beberapa individu.
  • Nikotin ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, antara 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik.
  • Penambah rasa, seperti rasa cokelat, vanila, buah-buahan, dan lainnya, sehingga perokok elektrik dapat menikmati sensasi rasa tertentu dalam setiap hisapannya.
  • Komponen lainnya yaitu tobacco-specific nitrosamine (TSNA). TSNA merupakan senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau. Nitrosamin dalam jumlah sedikit ditemukan dalam cairan rokok elektrik. Semakin tinggi kadar nikotin, semakin tinggi juga kadar TSNA. Selain TSNA, juga ditemukan kandungan senyawa logam, seperti kromium, nikel, dan timah.
Seberapa bahaya vape untuk tubuh kita?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rokok elektrik jauh dari kata tidak berbahaya. Berdasarkan data yang diperoleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa:
  • Nikotin dalam rokok elektrik diserap oleh tubuh penggunanya dan orang-orang di sekitarnya.
  • Nikotin sangat berbahaya bagi pengguna rokok elektrik yang masih muda karena berdampak negatif bagi perkembangan otak.
  • Nikotin sangat membahayakan kesehatan wanita hamil dan janin yang ada dalam kandungannya. Menggunakan rokok elektrik atau bahkan hanya berada di sekitar orang yang menggunakan rokok elektrik dapat membuat wanita hamil terpapar nikotin dan zat kimia beracun lainnya yang ada dalam rokok elektrik.
  • Uap yang dihasilkan dari rokok elektronik bukan merupakan uap air. Ini mengandung nikotin dan dapat mengandung zat kimia lainnya yang dapat mengganggu kesehatan dan mencemari udara.
  • Uap yang dihasilkan rokok elektrik dan cairan yang ada dalam rokok elektrik berbahaya. Anak-anak dan orang dewasa dapat keracunan karena menelan, menghirup, atau menyerap cairan tersebut melalui kulit atau mata.
  • Bahan kimia tambahan yang berbahaya atau mungkin berbahaya telah ditemukan pada beberapa rokok elektrik. Bahan kimia ini, seperti yang mengandung logam, senyawa organik yang mudah menguap, dan nitrosamin. Kadar ini cenderung lebih rendah daripada rokok tembakau, tetapi tidak ada cara untuk mengetahui seberapa besar kandungan berbahaya dari rokok elektrik karena belum diatur.
Penelitian lainnya juga menunjukkan bahaya vape. Dilansir dari sciencenews, penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi kemampuan sel paru-paru untuk menjaga paru-paru dari kuman dan zat berbahaya lainnya. Hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan sel paru-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

Tidak hanya itu, bahaya vape dapat mendorong budaya merokok pada anak-anak, seperti yang diterangkan oleh Jessica, pemimpin studi dari University of Southern California, Amerika Serikat.

Bahkan, karena bahaya vape tersebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia produktif untuk mengisap rokok elektrik.


Referensi :
https://hellosehat.com/hidup-sehat/berhenti-merokok/vape-rokok-elektrik/
https://www.cnbcindonesia.com/news/20191110155956-4-114101/duh-ribuan-orang-terkena-penyakit-paru-paru-akibat-vape

0 komentar:

Posting Komentar